Thursday, February 17, 2011

Pengajian, Ujungnya Konsultasi Penyakit.

Tadi siang ikut pengajian di Mesjid Raya, sebagai bagian dari kegiatan orientasi CPNS.
Awalnya, itu pengajian seperti biasa. Pak Ustadz (yang sering muncul di MNCtv, begitu katanya kepada kami) menjelaskan beberapa kutipan ayat Al-qur'an, terutama tentang menahan emosi. Juga ada dibahas tentang sikap Rasulullah SAW yang sabar dalam menghadapi mereka yang keyakinannya berbeda, tidak langsung semerta-merta menghilangkan nyawa mereka.

Akhirnya sesi ceramah siap, dan pak Ustadz bilang : "sekarang kita mulai sesi tanya jawab"

Herannya, banyak yang rebutan nanya. Dan buat aku ini aneh, karena materi pak ustadz tadi semua jelas, tidak ada yang susah. Akhirnya pak ustadz memilih bapak-bapak di depan, yang pakai lobe putih.

Si bapak : "pak ustadz, kaki saya divonis asam urat, mohon doa dan solusinya ini pak?"

*di sini aku mulai mengerutkan kening. Apa hubungannya asam urat dengan ceramah kita tadi?*

Si ustadz : "sekarang yang sakit kaki kanan apa kiri, pak?"

Si bapak : "yang kanan pak ustadz, sekarang nyut-nyutan"

*apa hubungannya?* * Kerutan di kening pun makin rapat*

Si ustadz : "kalo kanan, ini berarti bapak ada masalah di keluarga. Ada anggota keluarga yang tidak bisa diatur. Benar itu, pak?"

*what the hell?!*

Si bapak : "benar sekali pak ustadz, saya lagi ada masalah keluarga"

*ealaaah, what the?!*

Si ustadz : "nah, coba bapak berserah kepada Allah, berikan nasehat kepada keluarga dengan ikhlas, dengan ridho Allah."

*eh, gitu ya?*

Si ustadz lagi : "Sekarang, coba bapak rasa, ada berkurang gak nyut-nyutan di kaki bapak?"

Si bapak : "iya, berkurang ini, pak ustadz"

*WHAT?!*

Oke, aku mulai terusik di sini. Asam urat, masalah keluarga. Pak ustadz belajar kedokteran juga gak kayak aku? Bener aku terusik banget.

Masuk ke penanya kedua, ibu-ibu berjilbab pink yang cantik.

Si ibu : "Pak ustadz, saya punya kanker ganas di leher kiri sekarang ini. Gimana solusinya dan mohon doanya pak."

*nah, try that mister* *smirk*

Si ustadz : "Ibu, ini saya tanya, jawab yang jujur, ibu sering menahan marah ke suami ya?"

*sorry, say what?!*

Si ibu : "bener pak ustadz, saya memang sering menahan marah"

Si ustadz : "Nah, itu yang buat jadi kanker. Karena ibu sering menahan marah di hati, dan sekali keluar langsung meledak-ledak, benar begitu?"

*OKAY, I'M SO GONNA PUKE*

Astaga, ceramah macam apa ini? Pantas aja, angka kesadaran masyarakat untuk ke dokter itu masih rendah karena masyarakat lebih duluan datang ke ustadz, bukan ke dokter.

Penanya ketiga, seorang ibu muda. Aku sebenarnya udah gak tahan, tapi karena ini wajib.. *arrgh!*

Ibu muda : "pak ustadz, anak saya diponis (vonis, maksudnya) sakit bocor jantung, ini gimana pak ustadz?"

Ibu muda lagi : "Dan di dekat hidungnya ada kebiruan juga"

*woh, topiknya susah* *pak ustadz tampak salah tingkah*

Si ustadz : "Masa bisa bocor Bu, emang ada jantungnya?"

*semua ketawa* *tapi gue mikirnya nih ustadz pasti udah habis akal*

Si ustadz nyambung lagi : "Antara ibu sama bapak ada gak yang lebih suka marah-marah?"

*oh, hai, just to remind u pak ustadz, ini anaknya loh yg sakit,, bukan orangtuanya. thanks*

Si ibu muda jawab, kalo dia yang memang sering marah-marah.
Si ustadz : "Nah, itu karena ibu terlalu suka marah-marah, menyalahkan suami. Coba nanti ibu minumkan anak ibu air putih ya"

*glek* *pak,pak, itu si bayi harusnya ASI ekslusif loh*

"Nah, coba ibu liat, apa sekarang kebiruan di dekat hidung anak ibu sudah hilang?"

*loe kate sulap?*

Si ibu menjawab mantap : "belum pak, masih sama aja"

*gue nahan pipis sangking lucunya*

Argh, kening aku sampai berkeringat sangking gak terimannya ama diagnosa abal-abal pak ustadz sang maha tau segalanya.

Tapi, satu kejadian ini yang bikin aku gak tahan lagi. Sampai melewati batas toleransi tertinggi.
Seorang ibu usia 30-an ambil mic. (Setelah rebutan ngacungin tangan tinggi-tinggi dengan sekitar puluhan ibu-ibu penasaran lainnya)

Si ibu mulai : "pak ustadz, saya sudah 10 tahun menikah belum punya anak. Suami saya sehat, saya juga sudah diperiksa dan sehat. Mohon dibantu pak."

*oh, let's see pak ustadz playing as Dr.Boyke*

Si ustadz : "Maaf ya bu, tapi ini saya tanya, kalo setiap kali selesai kumpul ama suami, apa sperma suami sering keluar lagi?"

*eh, wait, itukan wajar pak*

Si ibu menjawab malu-malu : "Iya, pak...."

Si ustadz sumringah : "berarti saya tau masalahnya apa"

*yeah, what?! * *gak sante*

"Ibu jujur ini sama saya, ibu kalo dikasih nasehat ama suami, suka langsung balas ngomong bar bur bar lagi ke suami ya?"
Si ibu jawab iya.

Si ustadz dapat angin. "Nah, itu masalahnya bu. Rahim itu sama seperti mulut kita"

*.........* *speechless!*

"Kalau mulut kita ini suka membalas kembali kata-kata suami dengan jor-joran, ya sama seperti 'peluru' suami yang kembali keluar itu"

*somebody shoot this person*

"Coba ibu kurangi bersikap cerewet pada suami, nanti 'peluru' suami akan masuk ke rahim, tidak keluar lagi"

.... I'M OUT OF THIS PLACE!

Aku mujuk 2 temen untuk keluar aja. Alasannya lapar, en mereka setuju.

Dengan nyuekin pandangan orang-orang semesjid, aku keluar, dan langsung menuju KFC.

Emosi, bikin lapar.

Dan selama di sana, aku bikin live tweet. Itu pic-nya live tweet aku. HAH !!




*some of my live tweets*


*sigh*

Ah, entahlah. Ini yang bikin masyarakat gak percaya dokter lagi. Sudah mendapat diagnosis gratis dan obat yang tidak perlu dibeli. Aku gak setuju dengan penyakit yang dihubungkan dengan masalah keluarga, salah asuh, padahal banyak faktor yang terkait. Sosial ekonomi, kepercayaan adat, sanitasi, semua berpengaruh dalam derajat kesehatan.

Oke deh, kita dikasi akal ama Allah untuk berfikir. Memang kita harus berserah diri dan memohon ampun kepada Allah atas kesalahan yang telah kita buat. Tapi, tetap saja kita harus mencari pengobatan, bila sakit. Memeriksakan diri secara berkala, pengobatan teratur, berdoa kepada Allah, dan jauhi hidup tidak sehat, insyaAllah penyakit apapun bisa diatasi.

Tapi pak ustadz, oke juga ngarangnya.
Sori, no offense ya.



2 comments:

di2te said...

yah, emang demikian. kalo setiap pagi buka MNCtv bakalan nemu yg beginian juga. suka tidak masuk akal.
kasian. heheheheh

Hi, Ika! said...

iya, astagaa.. tapi banyak banget fans pak ustadz, rebutan nanya. *sigh*