Mama and The Boys

Mama and The Boys

Tuesday, August 30, 2016

Ternyata Aga ada Tongue Tie

      *tongue tie/ tali lidah pendek yang            bisa mengganggu proses menyusui*

Sejak menjadi konselor menyusui tahun 2013, saya sering menangani bayi yang kesulitan menyusu, yang sulit sekali untuk latch-on (perlekatan) yang baik, dan si ibu yang juga sudah mulai menyerah karena tidak tahan nyeri puting lecet. Salah satu kondisi yang dapat menyebabkan hal ini adalah bayi memiliki tali lidah pendek, atau tongue tie. Maka saat saya melahirkan akhir Mei kemarin, dan langsung mengalami kendala menyusui (bayi sulit latch on, menangis saat menyusu, puting lecet dan berdarah), saya curiga kalo bayi saya yang baru berusia 2 hari ada tongue tie. Benar saja, dan hal ini dikonfirmasi ke dokter anak yang menangani bayi saya (Aga). 

Esok paginya, setelah berdiskusi dengan suami dan ibu saya, akhirnya kami memutuskan agar tongue tie tersebut diinsisi (digunting), walaupun sebenarnya kasihan Aga sekecil itu harus melewati prosedur yang cukup menyakitkan. Saya dipanggil ke ruang bayi, dan dari dalam terdengar tangisan Aga yang menyayat hati. Setelah diinsisi, Aga dibawa keluar, dan langsung saya susui. Nangisnya langsung reda, matanya menatap mata saya, dan lalu terdengar deguk-deguknya minum ASI. Alhamdulillah lancar, dan darah di lukanya langsung berhenti. 

Sejak saat itu, saya menyusui Aga dengan hati senang, puting tidak pernah lecet lagi, dan semakin bahagia karena penambahan berat badan Aga yang drastis, 2 kilo dalam 40 haripertama kehidupannya. Berkat ASI dan berkat penanganan dini terhadap tongue tie. 

Tidak terbayang jika saja tongue tie ini tidak ditangani, Aga akan terus kesulitan menyusu, puting saya akan terus lecet, dan menyusui tidak lagi jadi pengalaman indah kami berdua. Saya bersyukur semua kesulitan itu bisa teratasi.


               *lelap habis menyusu*

Saturday, August 20, 2016

Nursing Dress: Jumpsuit

Seperti di postingan sebelumnya yang juga bahas nursing dress alias baju menyusui, satu lagi model nursing dress pilihan aku itu yang model jumpsuit. Memang enak pake yang bahan kaos, jersey, modelnya gamis atau baju dengan belahan menyusui di kanan-kiri, tapi ya kadang boseeen. Alternatif lain ya bisa kemeja, tapi biasanya nih, akan bermasalah di lingkar dada. Aset yang ikut membengkak saat jadi ibu menyusui (ya you know lah what I mean..)

Anywaaay, sejak dulu waktu masa-masa menyusui Aga, pernah punya beberapa jumpsuit untuk jadi baju menyusui, cuma ya ditinggal di Batam semua. Bingung gak gimana caranya jumpsuit bisa jadi nursing dress? Gak takut terpampang nyata tuh asetnya saat menyusui? Hehe, tenang.. Di dalamnya selalu pakai tanktop, atau lebih oke lagi tanktop menyusui. Macam-macam kan brandnya, yang penting bahannya kaos, bukan spandex, biar agak leluasa saat buka-bukaan mau menyusui.

Jalan-jalan ke beberapa olshop anak muda yang lagi hip, eh kok gak nemu jumpsuit panjang yang oke. Kalopun ada model yang keren, eh kok gak cocok di harga, lingkar pinggang, dan lingkar dada. Maklumlah, dibandingkan waktu SMA (baca: belasan tahun lalu) badan ini tidak lagi meliuk sana sini. Malah membesar konstan di dua tempat tersebut di atas. And not getting bigger in Kim Kardashian way.. *grin*

Jalan-jalan mencari jumpsuit pun berlanjut, dan parkir di MatahariMall.com. Pilihannya banyak, dari yang diskon, yang murah, yang ratusan ribu, yang jutaan juga ada. Modelnya sangat sangat banyak pilihan, ada yang trendy banget kayak yang dipake Andien (dan aku naksir yang ini), ada yang lengan panjang, lengan pendek, kancing depan, pakai zipper, yang celana pendek, yang celana panjang, yang model pencil, yang lebar bawahnya juga ada. Bahannya juga bermacam-macam, jeans, kaos, katun, brokat, satin, silk. Loh, loh kok malah kayak jualan di Pajak Petisah gini sih? Ckckck, maap, maap, terlalu semangat. :))

Ini beberapa model baju jumpsuit panjang murah yang busui friendly (ahseek, sedap udah kayak olshop aja), hasil ubek-ubek MatahariMall, and here we go..

Warnanya super cakep kalo yang ini. Tinggal pake tanktop di dalamnya karena kayaknya agak terawang ya. Kalo aku sih, gak bakal pake sepatu tinggi begini, tapi pakai sepatu slip on sporty yang lagi hip juga sekarang.

Kalo yang ini bisa pakai manset menyusui di dalamnya. Saat mau menyusui, tinggal buka kancingnya, lalu buka bukaan menyusui di kanan kiri manset menyusui. Model seperti ini akan membentuk siluet ramping bagi si pemakai.

Ini model baju kodok tapi bahannya katun, bawahnya gak ketat jadi cukup sopan dan longgar bagi yang berjilbab. Ini bisa pakai tanktop menyusui sebagai inner di dalamnya, lalu di luar pakai kardigan atau sweater lagi. Warna putih sebagai inner dan kardigan bikin penampilan jadi sweet banget deh pasti.

Warna hitam memang paling aman, but also a bit boring. Ini lebih baik pakai manset menyusui yang agak longgar di dalamnya, jadi terkesan trendy dan effortless.

Duh, yang ini modelnya cuakeep. Suka banget deh. Tiggal tambah kardigan kalo aku, bisa dipake buat ke pesta kawinan juga atau ke acara formal.

Bahannya semi jeans jadi gak kaku dan gak ketat di badan. Model yang seperti ini aku pernah punya. Bagus di badan, keliatan ramping, tapi susahnya pas mau pipis, bukanya ribet karena harus keluarkan lengan lagi, baru dipelorotin sampe bawah. But, they said beauty is pain, rite? (YEAHH..)
Ini paling aman dan cocok untuk  busui berjilbab. Potongannya juga longgar, warnanya cantik, kancing di depan juga mudah dibuka. Cuma yaa, keribetan datang saat mau pipis, hihihihi..

Ini model-model baju jumpsuit panjang murah yang cocok buat menyusui dan cocok juga buat yang berjilbab. Tinggal pilih sesuai lingkar dada, lingkar pinggang, dan budget. Tapi ini rata-rata di bawah Rp 300.000 kok. Kalo mau model lain, sangat buanyaaak di MatahariMall.

Selamat ubek-ubek ya! Saya juga mau ubek-ubek lagi nih.

*fist bump*

Sunday, August 14, 2016

Nursing Dress Fave - Bajumamigaya

Ibu menyusui itu wajib punya baju menyusui atau nursing dress. 

Hehe, ini justifikasi aku aja sih. Tapi pake baju menyusui itu sangat memudahkan kalau mau menyusui kapanpun, dimanapun. Kali ini aku mau review baju menyusui dari Baju Mamigaya. Ini brand yang aku suka banget dan udah ngefans sejak 4 tahun lalu, yup sejak Agi, dan sekarang Aga. Paling suka dari Mamigaya ini bahannya yang buat kita terlihat langsing. Jatuh di badan, dan adem. Dipake jalan-jalan juga oke karena bukaan menyusuinya aman, tinggal tarik, gak pake kancing atau resleting yang kadang bikin stres bayi karena kelamaan nunggu mamanya buka-buka. Doh, bos kecil kalo udah mau nyusu, mana mau disuruh nunggu kan? Ckckck..

Sekarang bajunya makin variatif, ada gamis, ada outer, ada manset, ada tanktop, ada inner, ada yang bisa dipake ke kantor, ada yang bisa dipake pesta, ada iuga yang bisa dipake di rumah (ya iyalah!) 

Harganya juga super affordable loh, sekitar 60ribuan - 200ribuan, tergantung model. Dan yang seru bisa juga couple dengan bapak dan si bayi. Aku belum punya yang couple, karena Aga masih imut dan bapaknya ukurannya gak imut-imut. *grin*

Aaanywaaay, no pic = hoax kan? Soo, ini beberapa baju Mamigaya yang aku punya. Yang favorit model Billa. Yang masih dipengenin itu model gamis panjang atau yang couple dengan bayi. Mamigaya ini juga sering ada diskon loh, mari berdoa sama-sama semoga dalam waktu dekat ini ada diskon lagi ya, diskon HUT RI ke-71, dan kasih diskon 71%

Hahaha. #ngarep


*dipake sejak hamil*

*menyusui kapanpun dimanapun oke*

*ini juga model baju favorit*

*bahannya super adem dan modelnya bikin terlihat langsing*

*ready to go*

Langsung cus aja ke IGnya @bajumamigaya yaa. 
#bukaniklan #tapingefans





Memberikan ASIP-Tanpa Dot.

Waduh, apa bisa tanpa dot? Bukannya selama ini kalo mau kasih asip itu wajib pake dot?

Hmmm..siapa bilang? *smirk*

Semalam Aga dan Agi ikut ke kampus lagi. Tapi kali ini bawa persiapan ASIP, biar pas Aga rewel, bisa dikasih ini dulu nunggu mama siap bimbingan tesis. Jadii..paginya kami belajar dulu. ✌🏽️
Ini perintilannya:


- botol ASIP Tomme tippee http://www.tommeetippee.com/
Isi: 60cc, bpa free, bisa disterilkan. Ini bisa sekalian jadi cup feeder juga. Sekali bayi minum ya rata-rata segini, jadi kita gak susah lagi tuang-tuang ya langsung dari sini aja minumnya. Atau, kalo yang kali ini aku ajarkan ke mbaknya Aga, ambil dari sini saat mau dikasih asipnya.

Kasih asipnya pake ini:
- Medicine feeder.
Kapasitas 10cc, beda dengan medicine dropper biasa yang cuma 3cc. Karena kapasitasnya gede, jadi bisa untuk kasih asip kan. Ini bisa disterilkan juga. Walopun sebenarnya tidak perlu, cukup cuci bersih tiap kali pemakaian, lalu siram air panas kalo mau dipakai. 

Kedua peralatan ini aku beli di Shopee ID. http://www.shopee.co.id/mobile/

Dan..inilah hasil dari belajar kasih asip, 1st attempt:
- cupfeeding pake botol asip Tommee Tippee 



Awalnya ya standarlah, Aga protes dan rewel trus tenang, trus protes lagi, tapi overall he's good. Enaknya pake cup gini, ujung lebar, bisa masuk ke mulutnya, lalu tinggal miringin dikit dan nanti lidahnya yang akan "mengambil" asip. Ingat posisi bayi harus tegak begini ya, kekep aja tangannya. Kalo dia nangis, berhenti dulu. Baru lanjut lagi. Dan jangan menyerah dan menganggap bayi gak suka dan gak bisa. Wong baru pertama kali looh.. Sabar mama..

- kasih asip dengan medicine dropper


Naah kalo pake ini mbaknya Aga lebih bisa nih. Tinggal diisep asip dari botol asip yang tadi, lalu ditetesin dikit-dikit dan  mulutnya akan aktif mendecap-decap ujung cup feeder. Lama-lama ya ludes juga asipnya. Pake ini less drama, pokoknya. 

Sooo siapa bilang itu suatu hal yang mustahal bisa memberikan asip tanpa dot. Sudah tau kan bahaya dot itu apa? Kalo belum paham, silahkan baca di sini ya, untuk bahaya dot bagi keberhasilan asi ekslusif. http://ikamemangcerewet.blogspot.co.id/2015/03/bahayakah-dot-untuk-bayi.html?m=1





Thursday, June 9, 2016

Raesaka Arga Aslan




Setelah kontraksi ringan dari jam 10 malam sampai kontraksi dengan sakit yang gawat besok malamnya, akhirnya pas di jam 20.30 malam 31 Mei 2016, anak kami yang kedua lahir. Langsung IMD, dan rasanya Alhamdulillah banget lahiran normal ini. Cerita tentang lahiran nanti menyusul ya. 😜

Nama: Raesaka Arga Aslan (pemimpin yang dermawan dan kuat seperti singa)
BB: 3.550gr
PB: 50cm
Fave food: Mikcu mama!! 

Welcome to the world, our world, your world with Ma, Pap, and bang Agi. We'll shower you with much much love. 

Friday, April 29, 2016

Baby Blues Syndrome is Real

Sekitar 50-85% ibu yang baru lahiran akan menderita Baby Blues Syndrome (BBS) ini. Ini pintu masuk post partum depression, yang lagi ramai dibicarakan sekarang ya. Jacky O pernah sampai harus dijauhkan dari bayinya, Britney Spears sampai ngebotakin kepalanya, dan ada ibu yang loncat dari lantai 10 karena depresi pasca salin ini. Serem yak. Iya, memang serem. 

Dulu pernah ngalamin BBS sekitar semingguan sehabis lahirin Agi. Kurang tidur, kesakitan, susah makan (karena harus makan daun katuk yang euhhh..), puting lecet, Agi nyusu gak berenti-berenti, stagen ketat banget, bau jamu, suami dinas malam terus, Agi yang ternyata jaundice sehingga harus dirawat, dan udah H-1 acara aqiqah Agi. Aaak! Udahlah punya anak susah dan lama, lahiran juga sakit, anaknya malah harus dirawat, rumah yang udah 9 bulan ditinggal juga belum disiap-siapkan buat acara aqiqah. So many things going on. Jadilah tiap malam nangiiiiiis aja, gak sesuai harapan, gak sesuai bayangan, dan punya anak ternyata gak seindah impian. Belum lagi sodara yang datang pada bilang ASI aku gak ada karena puting kecil dan payudara lembek banget. Makin kecil hati ini. Makin nambah parah si BBS ini. 😪

Tapiiiii.. hari ke hari, makin enjoy kok jadi ibu. Nangis malam udah kurang, ditambah lagi banyak support dari para konselor AIMI yang waktu itu buanyaaaak banget kasih ilmu tentang laktasi. Karena walopun dokter, ilmu laktasi aku cuma sebatas fisiologi dan anatomi payudara aja ternyata. Tapi gimana posisi, perlekatan, tanda kecukupan asi, dll itu nol besar. *ngaku* Pas Agi umur 2 minggu, barulah aku rasanya bahagia banget punya anak, apalagi kalo liat Agi pulas sehabis menyusu. Mission accomplished rasanya. 👊🏼

Well, mungkin yang bikin aku gak sampai ke depresi adalah sifat keras kepala ini. Menyusui, harus bisa. Nenangin anak rewel, harus bisa. Tahan puting lecet sambil nyusuin, harus bisa. Tahan ngantuk sambil ganti popok, harus kuat. Suami tidur pas aku malam-malam menyusui, harus dibangunin. Hihihi. Walopun paginya pak suami jadi zombie pas kerja ✌

Semua kembali lagi ke diri kita, menerima bahwa hari-hari gak akan sama lagi setelah jadi ibu. Bahwa keringat dan air mata adalah bentuk jihad, dan Allah sudah percaya kepada kita sebagai ibu dengan menitipkan anak ini, maka tinggal kita yang menjaga kepercayaan itu sebaik-baiknya. 

Buat para ibu yang baru lahiran, percayalah bahwa segala keruwetan yang ada ini hanya di awal. Setelah kita bisa menerima semuanya, menerima bahwa hari-hari nongkrong, nonton, main sosmed seharian, sudah saatnya berganti dengan menyusui yang bisa sepanjang hari, kurang tidur, bau pipis, kena' pup bayi, dan malam-malam dilewatin dengan gendongin bayi kita hingga tenang. Yakinlah bahwa gak ada yang lebih buat kita bahagia selain melihat tawa ceria anak kita. 

Bagi bayi kita, kitalah dunianya. Kita suram, ya suramlah dunianya. Kita bahagia, ya bahagia juga dunianya. Yang kuat ya, jadi ibu itu harus setrooong. Ini ada makhluk kecil yang butuh dan tergantung banget ama kita. Bismillah yuk. Allah gak akan kasih cobaan melebihi kuasa kita. So, kurangi mengeluh, perbanyak bersyukur. Bisa kan yaaa.. 

*nb: selama jadi konselor menyusui, seriiiiiing banget dapat curhatan para ibu yang ngaku depresi, bukan hanya soal susah menyusui, tapi juga soal mertua, ibu, suami, kerjaan, gak bisa milih, dll. So, it's real dan gak bisa dianggap sepele, karena buaaanyaaak yang mengalami BBS ini. Perlu kayaknya belajar lagi tentang ini, tapi hahaha, gak siap-siaplah sekolahnya ✌🏽️✌🏽*

Saturday, June 27, 2015

I'm sorry my baby..

Kraaaak! Suara robekan kertas. Agi robek bahan presentasi aku besok. Lalu dia ketawa-ketawa senang. Rasanya kepala mendidih sekali, mau marah bangeet, aku kasih pandangan tajam ke Agi, lalu aku keluar dari kamar. Biar Agi dengan papapnya dulu, aku nenangin diri. 15 menit kemudian, suara Agi udah gak terdengar lagi, aku masuk kamar. Agi ternyata udah tidur. 

Kata papapnya, tadi waktu aku keluar kamar, Agi terpaku, lalu air matanya mengalir, dia nangis dalam diam, sampai ketiduran. Sedih dan menyesal sekali, tapi inilah cara biar Agi paham bahwa tindakannya salah. Besok, kami bakal diskusi kenapa mama tadi malam pergi ninggalin Agi. Biasanya kalo udah gini, dia bakal tanya apa yang boleh dan apa yang tidak boleh. Karena kita hidup di dunia yang penuh aturan, Nak. Semoga Agi mengerti ya, karena mama gak selamanya ada. 

Sunday, March 8, 2015

5th wedding anniversary and 29th papap

                   *di Pepper Lunch*

Time flies. Gak terasa udah nikah selama 5 tahun, dan ini berarti udah kenal papap selama 10 tahun! Waw! Alhamdulillah rumah tangga masih lancar, gesekan kecil ya pasti adalah, tapi balik lagi baikan. Paling lama 30 menit, udah baikan lagi. 

Semoga di tahun-tahun berikutnya target dan impian bisa tercapai. 

Papap juga sehat, semangat sekolah, cepat tamat, dan kita langsung tancap gas. 

Btw, tahun depan umurnya papap 30 tahun loh. :)))) 

                    *favoritnya Agi*

Friday, March 6, 2015

Bahayakah Dot Untuk Bayi?

                                                                   *gambar dari sini*

Halo para mama. Mau cerita sedikit tentang bahaya pemakaian dot untuk bayi, setelah ada yang nanya tentang dot apa yang aman untuk bayi di FB Page KEPRI Peduli ASI. Yuk mari kita bahas. 

Setelah bayi lahir, maunya kita pasti memberikan yang terbaik. Secara ini anugerah yang sudah ditunggu-tunggu 9 bulan, ya kan? Jadi pasti mama ngasih ASI donk, buat sang buah hati. ASIP juga sudah dipompa untuk adek bayi selama ditinggal kerja nanti. Pokoknya yang terbaik deh untuk anak. Hari cuti berakhir datang, mama harus balik kerja lagi. Si adek ditinggal ama pengasuh, sudah dipesankan ke pengasuh/ nenek/ tante/ sodara lain, untuk ngasih ASIP sekian mili setiap dua jam sekali. Mama udah persiapkan banget semuanya. Sebulan, dua bulan, si adek masih lancar nyusunya. Kalo siang dia minum ASIP, sore sampai malam lanjut nyusu langsung ama mama. Aman dunia.

Tapi oh tapi, di bulan keemapat, si adek nolak nyusu langsung ama mamanya. Nangis kalo tiap kali disodorin puting. Langsung buang muka kalo diposisikan untuk menyusu. Apa ada yang salah dengan mama ya? Apa ASI mama sudah gak enak? Eh tapi kalo minum ASIP dari botol susu, si adek keliatan lahap banget, langsung ludes satu botol penuh. Apa yang salah ini ya?

Mama bingung, merasa kecil hati. Biasanya mesra-mesraan ama si adek pas nyusui, sekarang gak bisa lagi karena si adek nolak nyusu ama mama. Aduh, sedihnya. Mama stres, ASI macet, ASIP makin berkurang, dan di bulan kelima, ASI sama sekali udah gak ada. Si adek pun dengan terpaksa minum sufor. Gagal lah rencana ASI Ekslusif yang sudah dipersiapkan sejak masih hamil dulu. Ah.

Sebenarnya, masalahnya dimana?

Kalau dilihat dari gambar ini 

Keliatan kan kalo yang menstimulasi otak untuk keluarnya oksitosin (untuk mengeluarkan ASI) dari hipotalamus itu adalah..hisapan bayi. Jadi, makin sering bayi menghisap payudara langsung, payudara semakin "kosong", maka hormon prolaktin akan semakin banyak memproduksi ASI. ASI mama akan semakin melimpah. Hisapan bayi juga makin bikin oksitosin keluar loh. Jadi ASI banyak, dan keluarnya lancar, semua karena hisapan bayi.

Pada kasus mama tadi, frekuensi bayi menghisap payudara langsung, semakin berkurang karena sudah digantikan dengan penggunaan dot. Pemakaian dot ini selain membuat frekuensi menghisap payudara berkurang, juga akan menyebabkan bayi bingung puting. Itulah yang terjadi pada bayi mama yang takut ketika melihat puting mama, atau menolak keras saat disodorin puting. Karena terbiasa dengan bentuk dot yang mirip puting, jadi bayi bingung. Akhirnya nangis meronta. 

Ditambah lagi, mekanisme kerja dari puting dan puting palsu, alias dot ini, sangatlah berbeda. 

Dari gambar di atas, terlihat kalo di dalam mulut bayi, puting kita akan memanjang dan akan langsung menuju tenggorokan bayi. Lalu bayi akan mengisap puting (mekanisme seperti vakum) dulu beberapa detik, barulah ASI keluar setelah diperah oleh lidah bayi. Jadi tidak langsung keluar setelah mulut bayi nemplok di payudara kita loh, mama. Nah, ini sangat berbeda dengan mekanisme dot. Kalo minum ASIP dari dot, ujung dot akan dijepit oleh bibir bagian atas dan bawah, lalu tanpa harus menghisap terlebih dahulu, ASIP akan langsung keluar. Memang ini lebih mudah untuk bayi, maka ketika dia harus menyusu lagi dari payudara, yang harus dihisap dulu beberapa detik, barulah ASI keluar, maka tentu dia akan bingung dan menolak. Padahal mekanisme menyusu langsung seperti ini adalah yang paling sempurna, karena akan menstimulasi seluruh otot rahang bayi, baik untuk perkembangan mulut dan kemampuan berbicara di masa depan.

Selain itu, mama, karena terbiasa dengan dot, maka hisapan bayi ke payudara juga kurang maksimal (mekanismenya aja udah beda), jadi payudara tidak benar-benar "dikosongkan". Akibatnya ASI yang bersisa ini, untuk besok-besoknya, hormon prolaktin akan semakin sedikit memproduksi ASI, sesuai dengan prinsip supply meets demand. Jadi tubuh menganggap ASI sudah semakin kurang dibutuhkan (karena bersisa) jadi untuk kedepannya makin sedikit dibuat. Belum 6 bulan, produksi ASI mama akan "kering". 

Bagaimana mama, sudah mengerti kan bahaya dot untuk bayi kita? Selain tidak baik untuk perkembangan rahang bayi, juga besar sekali resiko bayi bingung puting. 

Lalu bagaimana dengan klaim dot merk tertentu yang mirip mekanisme kerja puting, seperti iklan ini?


Tidak benar ya, mama. Ada beberapa mama yang sudah mencoba dot model ini tetapi tetap bingung puting. Seperti yang mama tahu, tidak ada yang dapat menyamai buatan Tuhan, itulah yang paling sempurna untuk anak kita. Bahkan WHO sudah menjelaskan dalam salah satu poin Sepuluh Langkah Keberhasilan Menyusui bahwa dilarang menggunakan dot atau empeng. Bisa mama baca di sini ya. 

Jadi, kalau mama mau balik kerja setelah cuti melahirkan habis, segeralah ajari pengasuh/nenek/sodara yang mengasuh si adek untuk memberikan ASIP dengan media lain dengan resiko bingung puting yang lebih kecil, seperti dengan cup feeder, sendok kecil, pipet tetes. Pengalaman saya sendiri, anak saya yang saat itu usianya 2 bukan diajari minum ASIP dengan cup feeder. Alhamdulillah tidak pernah bingung puting dan masih menyusu hingga sekarang umurnya 2,5 tahun. Jadi, pasti mama bisa, asal niat dan konsisten. 


                                                   *memberikan ASIP dengan cup feeder*

Jangan menyerah dan jauh-jauh hari sudah ajarkan kepada keluarga. Berikan pengertian bahwa memberi ASIP bukan dengan dot ini adalah yang terbaik untuk bayi. Tentunya seluruh keluarga ingin yang terbaik untuk bayi kesayangan kita, kan? :))


Disclaimer :
Tulisan ini juga akan dimuat di FB Page KEPRI Peduli ASI dan twitter @Kepri_peduliASI




Thursday, February 26, 2015

Steak Buatan Rumah

Nyoba buat steak sendiri di rumah. Saosnya pun beli jadi. Merknya My BBQ. 

Result : kentangnya oke, sayurnya oke, tapi dagingnya keras bangeeet. Terlalu matang. Hiks. Niatnya jangan sampe mentah eh malah jadi terlalu matang. 

Sungguh terlalu. 

     *penampilan memang meyakinkan*

Monday, February 9, 2015

You Still Have The Corn

Yes, it is 3rd day w/o rice, and everything seems just fine. You can have corn for carbo intake, and surprisingly my tummy accepted it. 

What's ur lunch, mamas? 
Here's mine.

     *Kakap tauco and corn blended well*

         *veggie love love veggie*


Saturday, February 7, 2015

Happy World Nutella Day

Apparently yesterday was Wolrd Nutella Day. I have just found out about this celebration today. 

Oke here it is. Martabak Nutella. Very chocolate, sweet, creamy, mouthful, and of course, full of sin. By eating it maybe u have fulfilled ur daily calori intake for a week!

But, let's make sin, it's Saturday. Bon appetite! 

                       *melting*

            *nutella, cheese, sugar*

Friday, February 6, 2015

Ujian Bikin Keblinger

Hari ini ujian sampe 6 topik, dimulai dari jam 8 pagi non stop sampai jam 5 sore. Oh the other day I'm staying home, bored and bam! The other day my head explodes for processing too much information. 

Hah. 

Anyway, tadi pagi sarapan roti gandum, siangnya makan ayam bakar dan sayur labu, malamnya makan ikan sambal plus segunung rebusan sayur jipang dan sawi. Ditutup ama yoghurt.



Besok masih ada 4 topik lagi. 
Semangat! 

Thursday, February 5, 2015

Hidup Tanpa Nasi, dimulai!

Jadi ceritanya aku tetap ingin lanjutin menu diet Mayo yang udah aku susun, tapi diganti dari no salt jadi low salt. Alhamdulillah masih kemakan juga. This is part of my own experiment to lose some weight.

Ini menunya. 
Sarapan. 
*my signature salad and toast. Very tasty*

Teh manis anget. Salad diperesin lemon dan toast dengan unsalted butter. Enak dan kenyang. Jam 11 udah lapar lagi tapi aku minum air putih banyak sambil nunggu jam 12 makan siang.

Makan siang.

*mashed potato with scrambled egg and spinach sautte*

Menu makan siang masih ngikutin jadwal tapi aku tambah kentang tumbuk. Masih keblinger ngabisin telur 2 butir sekali makan, jadi kali ini rada bersisa.

Makan malam.
Daging rebus potong dadu dan salad lagi. Udah hampir bosen makan salad tapi ini sih yang aman sayurnya. 

                    *almost there!*

Btw, tadi liat di Sarah Sechan net Tv, ada Tya Subiakto yang berhasil nurunin empat puluh kilo dalam waktu setahun setengah. 
40 kg, gak salah denger guys!!! 

Jadi dia stop makan gula, nasi, en santan selama setahunan lebih itu. Sarapannya jus, makan siang serba rebus dan kukus. Olahraga yoga dan exercise ringan di rumah. Tapi memang gak bisa instan. Dia aja perlu waktu setahunan lebih tuh. Ohya, dia bilang dalam 7 hari itu harus ada 1 hari cheat, dimana kita boleh nyicipin hal-hal yang pantang, kayak ice cream, gorengan, gitu-gitulah. Salut banget! 

Bismillah, aku juga mau mulai gak makan nasi lagi. Dan perbanyak sayur kukus.

Semangat! Gak banyak-banyak kok sampai 40kg, aku cuma mau 10kg aja setahun ini. Amiiin.

Yok mulai hari tanpa nasi. 

Sarapan Sehat Agi

Agi terbiasa makan berbagai jenis makanan. Karbohidrat favoritnya nasi, roti, jagung, kentang. Proteinnya dia suka tempe, ayam, dan ikan. Kalsiumnya dia paling suka keju. Vitamin dari buah, ya ampun si Agi kalo makan buah gak tanggung-tanggung. So, pagi tadi aku bikin roti panggang keju dan buah pir.

           *wheat bread and pear*
 
Ingin deh makan kayak Agi, sedikit tapi berkualitas. Semoga nanti sampai besar Agi makannya tetap bagus ya. Bayangin aja, umur segini dia udah doyan gulai kakap dan soto Medan. Hehehe.