Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

Saturday, September 21, 2013

I Need Ur Smile, ASAP!

Terbangun jam 3 pagi karena badan Agi panas lagi dan batuknya makin sering. Ini udah hari ke-4 Agi sakit, demam tinggi, sedikitpun gak mau makan, hanya nyusu aja. Udah 4 hari juga aku begadang, susah tidur, lupa makan, dan sekarang malah pilek.

Ah.

Merasa sedikit kecil hati karena Agi sakit dan aku jadi bingung. Papapnya lagi jauh, Aginya gak mau lepas dari aku, tapi kerjaan yang udah ditinggalin seminggu ini udah menumpuk. Semoga masih cukup semangat dan sikap positif (yang biasanya aku dapet dari papapnya Agi) buat sisa bulan ini.

Ah, my baby..
How mama needs ur big grin..
Ur big laugh..
Ur big smile..

Liat dia baring gak tenang karena demam, bibirnya yang pucat, mukanya yang merah kepanasan, aku jadi sedih. Apapun mau deh aku kasih dan aku lakuin, supaya dia sehat dan ceria lagi. Obat udah, istirahat udah, makan yang masih susah.

Bukan cuma Agi yang menderita, Nak.
Mama juga sangat tersiksa denger Agi kepayahan nafas karena batuk. 
Liat Agi bolak balik badan tidur gak tenang karena demam.. 
Sini, sakitnya buat mama aja ya. 

Karena mama pasti lebih cepat sembuh liat Agi udah sembuh..

Mama needs ur smile. 
Cepet sembuh ya sayang.*hiks*


Thursday, January 27, 2011

Selebtwit? Or Acting Like One?

Selebtwit?

Cerita sedikit tentang twitter ya. Lagi pengen cerita aja karena kemaren aku di-bully di twitter oleh orang yang gak aku kenal.

Sejak tahun 2009,aku emang sign up twitter,tapi baru tahun 2010 aku pakai. Dan semua yang aku follow rata-rata artis. Makin kesini, makin lama make twitter, semakin terlihat sedikit banyak twitter mempengaruhi hidup kita.

Informasi jadi lebih dulu tau, karena ternyata media juga sering ngutip pengakuan mereka (orang terkenal/artis) di akun pribadi (twitternya).

Bahkan berita tentang sesuatu yang sedang terjadi, prediksi, keriuhan nonton bola, kecurangan Malaysia pake laser, sampai bisa bikin aku yang awam dengan sepakbola tau siapa itu Nurdin Halid, dan ikut berbicara tentang itu. Gede banget kan dampaknya..

Dari twitter juga kenal beberapa teman, yang followernya banyak, sampai ribuan. Mereka yang disebut selebtwit. Orang yang di dunia nyata adalah nobody (bukan artis), tapi di twitter kata-katanya selalu diperhitungkan. Selalu diretweet, kalo kata bahasa twitter.

Mereka yang selebtwit ini cenderung akan berubah menjadi bukan dirinya sendiri lagi sejak punya banyak follower. Mereka merasa ada ribuan orang yang menanti kata pertama mereka di pagi hari. Sehingga mereka merasa 'perlu' untuk menyampaikan semuanya, I mean all, termasuk aktivitas di kamar mandi.

Mereka yang selebtwit ini akan kecewa dalam hati apabila tidak ada yang mention mereka satu hari itu. Dan merasa menjadi 'king of the world' bila pernyataan mereka diretweet (diulangi) lagi oleh follower yang setia.

Padahal,kenyataannya, aku sebagai follower para selebtwit tidak terlalu peduli dengan segala bacot aktivitas kamar mandi, dan segala bacot gak penting, bahkan gak jarang aku langsung unfollow, bila akun si selebtwit mulai 'membosankan' dan tidak informatif.

Aku, sebagai follower mereka ini, terkadang hanya menskip tweet mereka dan lanjut mencari tweet mereka yang aku anggap teman. Mereka yang kenal aku (follow aku). Yah, itu kenyataannya.

Jadi, mau follower kamu beribu-ribu pun, nyatanya kamu harus kembali lagi ke dunia nyata. Dimana kamu hanya seorang anak kuliah biasa, dengan skripsi yang tidak kunjung lulus, dan mulai melupakan teman-teman sebenarnya, dan hanya punya teman di dunia maya ini.

Kamu nantinya harus kembali menelan pil pahit, bahwa kamu tetap sendirian, di kamar kos, dengan masa depan belum pasti. Apalah arti ribuan follower, kalo kamu tidak bisa menghidupi hidup kamu sendiri nantinya.

Kamu juga nantinya sadar, bahwa mereka yang hari ini kamu bully di twitter, bisa jadi adalah orang yang menentukan masa depan kamu. Tidak semua orang punya hati malaikat dan pemaaf. Dan mungkin saja, kamu, dengan segala megaloman menganggap dirimu selebtwit, sudah membuat masalah dengan orang yang salah. Orang yang bukan siapa-siapa di twitter, tapi adalah 'seseorang' di dunia nyata.

Kamu memang dipuja puji ribuan follower, kamu 'merasa' ada ribuan orang yang mendengar kamu bicara, tapi itu semua tidak nyata. Itu hanya di pikiranmu saja, wahai kalian para selebtwit. Dan kalau twitter ini sampai membuatmu lupa dengan teman-teman di dunia nyata, ah, alangkah menyedihkannya.

Your real life that counts, not your twitter life. And for 'celebtwits' who act like you're the king/ queen of the world, hope u realize where the real world is.

Friday, January 21, 2011

Untuk Calon Anak Kami...

Dear Calon Anak Kami (Yang Entah Kapan)...

Bahkan sebelum surat ini siap pun, aku yakin kamu gak akan baca.

Kenapa? Yah, karena aku gak tau kapan kamu akan datang, kapan kamu akan tinggal di rahim ku, kapan kamu akan manggil kami dengan mama dan papa.

Tapi satu hal yang pasti, kapanpun Tuhan mau titipkan kamu ke kami, insyaAllah kami sudah lebih siap sekarang. Calon mama dan papamu ini sudah jarang berantem lagi, sudah lebih kompak, sudah tidak boros, dan pekerjaan juga sudah tetap. Kami mau kamu tidak kekurangan satu apapun. Kami mau memberikan kamu limpahan kasih sayang dan materi yang cukup. Biar kamu tumbuh jadi anak baik dan sehat.

Hanya buat kamu, calon anak kami yang entah kapan..

Kamu tau gak, di profesi aku, hampir tiap hari aku liat orang hamil. Ada yang baru menikah 1 bulan langsung test pack nya positif. Ya, test pack itu alat melihat hamil atau tidak. Ada juga yang sudah punya anak 4, tapi kali ini hamil lagi. Semua tampak mudah di mereka. Tiap kali melihat itu, aku sering nangis dalam hati, sambil bertanya-tanya kapan giliran aku yang test packnya positif. Apalagi kalo aku dengar berita mereka yang menggugurkan kandungannya. Sangat miris.

Kenapa gak dikasih ke aku aja, ya Tuhan? Sedih sekali rasanya.

Dear calon anak kami yang entah kapan..

Nanti, kalo aku dikasih kesempatan untuk mengandung kamu, aku janji tidak malas dengerin musik klasik, yang katanya bisa bikin kamu pinter. Aku juga janji mau makan sayur, segala macam sayur, supaya kamu sehat. Aku janji akan minum susu dan berbagai vitamin, walaupun aku sangat mual mencium aroma susu. Aku janji mengurangi waktu jalan-jalan dengan teman-temanku, dan perbanyak istirahat. Aku juga janji gak akan tidur larut, kebiasaan jelek yang bikin calon papa kamu itu marah-marah, dan harus dicium dulu pipinya biar gak marah lagi.

Sekarang ini, entah kamu denger atau gak, doain calon mamamu ini berhasil pengobatannya ya. Sudah 10 bulan kami berusaha biar kamu datang, tapi ternyata Tuhan masih minta kami sabar, dan benar-benar dalam kondisi fit sebelum punya kamu. Doain ya. Katanya doa anak untuk orang tuanya itu manjur loh.

Semoga suatu saat kamu memang datang ke kehidupan calon papa dan mamamu ini ya. Sampai saat itu tiba, kami gak akan berhenti berdoa dan melakukan segala yang perlu biar siap didatangin kamu. Cuma buat kamu, anak kami yang entah kapan..

Ya sudah, aku harus kerja lagi ya. Ini ada pasien yang nunggu buat diperiksa, dan pasti mereka heran liat mata aku yang bengkak. Oh ya, cerita ini jangan sampai dibaca calon papamu ya, pasti nanti dia nangis. Orangnya lembut hati, calon papamu itu. Gampang terharu. Tapi nanti pasti dia akan sayang sekali sama kamu, karena dia memang suka anak-anak.

Dear calon anak kami yang entah kapan..

Jangan lupa datang ya, kami masih menunggu di sini.

Ayo, nanti kami ajak kamu melihat dunia.

Me as the AntiSocial?

Rasanya wajar kita memilih jadi antisosial di lingkungan yang sebagian besar waktu kerja, dipakai buat bergunjing.
Apa aja dipergunjingkan (halah!), dari Luna Maya lah, lanjut ke Olla Ramlan lah, tayangan Intens lah, dan sekarang Gayus Tambunan. -_-"

Well, this Gayus Tambunan thingy is so overrated. Even I'm the antisocial person, talked about him. How pathetic is that?
Daritadi si ibu yang dokter gigi,yang ruangannya di sebelah ruangan aku, muter lagu Andai Aku Gayus Tambunan. How lame is that? (nanya mulu)
Mungkin dia pengen ngapalin liriknya, mungkin juga sangat menghayati isi lagu tersebut, atau mungkin teringat dengan seseorang di masa lalu yang mirip Gayus?
Well, hanya Tuhan dan si ibu itu yang tau. Dan aku gak sekurang kerjaan itu buat nanyain. I'm enough for this GT Man. (GT man = Gayus Tambunan,Man!!-red.)

Kembali ke soal antisosial tadi. Yah, di waktu luang tapi masih di jam kerja gini, aku memang jarang gabung dan lebih sering berteman ama mereka yang di dunia maya ini.
Seperti di twitter. Dunia yang gak pernah berhenti berdetak, gak pernah berhenti bergejolak.
Dunia dimana hari-hari dan sikap kamu memandang dunia cukup banyak dipengaruhi oleh mereka yang kamu follow.
Singkatnya, dunia yang lebih real dibanding lingkungan aku sendiri, karena derasnya informasi yang bahkan media cetak dan tv pun belum tau.

Oke, ini cuma kecerewetan menjelang jam pulang dari klinik aja.
Gimanapun, tetaplah bangga ama dirimu sendiri, walapun kamu seorang antisosial. Yeah!! \(^O^)/

Thursday, January 20, 2011

No more words,just action.

Hi babe!!!! \(^O^)/

Oke,ini emang jarang,tapi kali ini Ika bikin surat buat Eja. Ini aneh,karena hampir tiap hari Ika selalu bilang langsung apapun yang mau Ika bilang,but here I am,writing a letter for you. :))

Masih inget awal-awal kita dulu? Ika sering kesel karena Eja gak pernah manggil Ika dengan "sayang", "love", atau kata-kata cinta lainnya. Iri sama pacar temen-temen lain yang romantis.

Tapi,semakin lama kita bareng,semakin Ika belajar bahwa Eja gak perlu kata-kata buat nunjukin rasa sayang.

Eja selalu ngecharge kan Blackberry Ika diam-diam tiap malam.

Eja yang ngebiarin Ika tidur pulas,karena tau Ika kecapekan kerja.

Eja yang masih capek,tapi mau gantiin kerjaan Ika waktu lagi sakit cacar.

Eja yang rela tidur di bawah gak pake kasur, demi nemenin Ika yang lagi sakit.

Eja yang tetep mau cium kening Ika dan gak peduli bisa tertular.

Eja yang rela nabung berbulan-bulan biar bisa beliin hadiah ulang tahun buat Ika.

Eja yang diam-diam udah ngeburn CD yang isinya lagu kesukaan Ika semua,dan masang di mobil biar jadi kejutan.

Eja yang rela nonton film drama,padahal setengah mati gak suka.

Eja yang mau tinggal di rumah mama,walaupun terasa gak nyaman.

Eja yang walaupun udah capek,tapi tetep mau dengerin curhat-curhatan gak bermutu dengan tokoh-tokoh yang gak Eja kenal.

Eja yang mau kerja siang-malam demi masa depan kita.

Semua itu Sayang,dan sejuta hal kecil lainnya, bikin Ika cinta banget. Gak perlu kata-kata romantis, bertabur cinta.

But there,it's obvious,there's love. I know you love me too.

[Yah,walaupun body Eja gak sekeren dulu (hehe!),tapi Ika masih sayang,dan akan selalu sayang.]

Dan jelas,Ika gak akan minta kata-kata sayang lagi, seperti yang selalu Ika lakuin selama 4 tahun 6 bulan kita jadian. Jelas,bagi Eja,lebih baik menunjukkan rasa sayang daripada hanya kata-kata tanpa realisasi. No more words,just action.

And thank you so much for doing so,my dear..

Satu lagi babe,
"Eja pulaaang"
Hehehe,kata-kata kayak gitu,ditambah kedua tangan yg direntangkan,ketawa lebar,selalu bikin Ika senyum tiap hari. Walopun capek,atau baru pulang dinas malam dengan pasien gak berenti-berenti,Eja selalu gitu, selalu senyum.

I love u babe,I always do. Semoga tahun ini kita dipercaya jadi ibu dan ayah ya. Amiiin.

Love u,and can't smile without you.
-Your wife, Ika-

Selamat Hari Ibu

Postingan tanggal 22 Desember 2010, Hari IBU.

Being a woman is hard. World wants u to have cute boyfriend,get married to a rich guy,having a clever kids. When u failed to,u're screwed.

Happy Mothers Day to all women in the world.
And I hope one day,I can join u all,to have a pride calling as a mother.

-ika-

We make plans, but God decides.

Ini postingan
Dec 14, '10 5:59 AM


Having a child is a very serious problem.

Kadang kalo liat mereka yg kesusahan krn anaknya,nangis karena anaknya,harus relain kepentingan diri demi anaknya,aku jadi miris sendiri.
Apa punya anak berarti prioritas kita bergeser dan anak jadi prioritas no.1?

Oke,here's the problem. Maybe,maybe,deep inside my heart,I'm not ready yet to have a child. Memang,tiap sholat gue doa supaya dikasi keturunan,tapi di hati kecil gue ada suara yg bilang : kamu belum siap,ika.

Tiap gue doa ama Allah,selalu ada bagian kecil dari otak gue yg bikin ragu. So,maybe God has a better plan for me. Dia mungkin mau gue happy dulu,explore hubungan gue en eja dulu,sebelum kami dikasih keturunan. Punya anak memang problem yg serius. Apa yang kamu ajarkan ke dia,itulah yg jadi bekal dia seumur hidup.

Am I ready for that responsibilities? I don't think so.

Aku? Bangun pagi masih susah,ngurus eja belum becus,dan aku masih pengen liburan ke sana-sini bareng eja.
Allah akan kasih,kalo kami sudah siap.
Allah akan kasih,kalo kami udah gak egois dan saling nerima.
Allah akan kasih,kalo aku,sudah siap membagi eja dengan hal lain,dalam hal ini,anak.
Allah akan kasih,kalo kami gak berhenti berdoa dan berusaha
Allah akan kasih,bila waktunya udah tepat.

Conclusion : kamu boleh bikin rencana bla bla bla berlembar-lembar,setinggi langit. Namun pada akhirnya,Tuhan yang akan menentukan,menjadikannya nyata sekarang,atau nanti,atau tidak sama sekali.

I hope it's just a waiting moment for me. And I'm learning day by day to accept,that I'm only human.

I make plans,but God decides.
-ika-