Showing posts with label Sweet. Show all posts
Showing posts with label Sweet. Show all posts

Monday, April 3, 2017

Birthday gift from hubby: Soul Mauve Ring Sling

*action pic at Centre Point Mall*

Gendongan ini udah jadi inceran sejak lama, warnanya ngejreng, kainnya grippy, dan pas pula Soul lagi diskon Hari Kemerdekaan India. Kesempatan yang ditunggu-tunggu, yey!

*sleepy dust* 

Kesan pertama: suka ringnya! Ring ini kuat, berbahan alumunium, tidak bercelah, tidak mudah patah, dan pastinya standar internasional. Untuk ringsling, kondisi ring ini yang paling penting loh. Gak pengen kan, anak jatoh dari gendongan gara-gara pake ringsling yang ringnya gak standar?
Kedua, bahannya. Bertekstur, kuat, dan ternyata tidak terlalu tebal. Sekali pakai langsung grip, menahan beban anak, dan gampang juga keluar-masuk ring.

Next wishlist dari Soul adalah soul tai yang wrap conversion, hadiah ultah tahun ini, mungkin, pap? #kodekeras 😂

#soulslings
#soulfamily
Buy Soul at: www.soulslings.com

Tuesday, August 30, 2016

Ternyata Aga ada Tongue Tie

*tongue tie/ tali lidah pendek yang bisa mengganggu proses menyusui. Bukan, ini bukan Aga*
   
Sejak menjadi konselor menyusui tahun 2013, saya sering menangani bayi yang kesulitan menyusu, yang sulit sekali untuk latch-on (perlekatan) yang baik, dan si ibu yang juga sudah mulai menyerah karena tidak tahan nyeri puting lecet. Salah satu kondisi yang dapat menyebabkan hal ini adalah bayi memiliki tali lidah pendek, atau tongue tie. Maka saat saya melahirkan akhir Mei kemarin, dan langsung mengalami kendala menyusui (bayi sulit latch on, menangis saat menyusu, puting lecet dan berdarah), saya curiga kalo bayi saya yang baru berusia 2 hari ada tongue tie. Benar saja, dan hal ini dikonfirmasi ke dokter anak yang menangani bayi saya (Aga). 

Esok paginya, setelah berdiskusi dengan suami dan ibu saya, akhirnya kami memutuskan agar tongue tie tersebut diinsisi (digunting), walaupun sebenarnya kasihan Aga sekecil itu harus melewati prosedur yang cukup menyakitkan. Saya dipanggil ke ruang bayi, dan dari dalam terdengar tangisan Aga yang menyayat hati. Setelah diinsisi, Aga dibawa keluar, dan langsung saya susui. Nangisnya langsung reda, matanya menatap mata saya, dan lalu terdengar deguk-deguknya minum ASI. Alhamdulillah lancar, dan darah di lukanya langsung berhenti. 

Sejak saat itu, saya menyusui Aga dengan hati senang, puting tidak pernah lecet lagi, dan semakin bahagia karena penambahan berat badan Aga yang drastis, 2 kilo dalam 40 hari pertama. Berkat ASI dan berkat penanganan dini terhadap tongue tie. 

Tidak terbayang jika saja tongue tie ini tidak ditangani, Aga akan terus kesulitan menyusu, puting saya akan terus lecet, dan menyusui tidak lagi jadi pengalaman indah kami berdua. Saya bersyukur semua kesulitan itu bisa teratasi.


 *lelap habis nyusu*
        

Thursday, June 9, 2016

Raesaka Arga Aslan




Setelah kontraksi ringan dari jam 10 malam sampai kontraksi dengan sakit yang gawat besok malamnya, akhirnya pas di jam 20.30 malam 31 Mei 2016, anak kami yang kedua lahir. Langsung IMD, dan rasanya Alhamdulillah banget lahiran normal ini. Cerita tentang lahiran nanti menyusul ya. 😜

Nama: Raesaka Arga Aslan (pemimpin yang dermawan dan kuat seperti singa)
BB: 3.550gr
PB: 50cm
Fave food: Mikcu mama!! 

Welcome to the world, our world, your world with Ma, Pap, and bang Agi. We'll shower you with much much love. 

Friday, April 29, 2016

Baby Blues Syndrome is Real

Sekitar 50-85% ibu yang baru lahiran akan menderita Baby Blues Syndrome (BBS) ini. Ini pintu masuk post partum depression, yang lagi ramai dibicarakan sekarang ya. Jacky O pernah sampai harus dijauhkan dari bayinya, Britney Spears sampai ngebotakin kepalanya, dan ada ibu yang loncat dari lantai 10 karena depresi pasca salin ini. Serem yak. Iya, memang serem. 

Dulu pernah ngalamin BBS sekitar semingguan sehabis lahirin Agi. Kurang tidur, kesakitan, susah makan (karena harus makan daun katuk yang euhhh..), puting lecet, Agi nyusu gak berenti-berenti, stagen ketat banget, bau jamu, suami dinas malam terus, Agi yang ternyata jaundice sehingga harus dirawat, dan udah H-1 acara aqiqah Agi. Aaak! Udahlah punya anak susah dan lama, lahiran juga sakit, anaknya malah harus dirawat, rumah yang udah 9 bulan ditinggal juga belum disiap-siapkan buat acara aqiqah. So many things going on. Jadilah tiap malam nangiiiiiis aja, gak sesuai harapan, gak sesuai bayangan, dan punya anak ternyata gak seindah impian. Belum lagi sodara yang datang pada bilang ASI aku gak ada karena puting kecil dan payudara lembek banget. Makin kecil hati ini. Makin nambah parah si BBS ini. 😪

Tapiiiii.. hari ke hari, makin enjoy kok jadi ibu. Nangis malam udah kurang, ditambah lagi banyak support dari para konselor AIMI yang waktu itu buanyaaaak banget kasih ilmu tentang laktasi. Karena walopun dokter, ilmu laktasi aku cuma sebatas fisiologi dan anatomi payudara aja ternyata. Tapi gimana posisi, perlekatan, tanda kecukupan asi, dll itu nol besar. *ngaku* Pas Agi umur 2 minggu, barulah aku rasanya bahagia banget punya anak, apalagi kalo liat Agi pulas sehabis menyusu. Mission accomplished rasanya. 👊🏼

Well, mungkin yang bikin aku gak sampai ke depresi adalah sifat keras kepala ini. Menyusui, harus bisa. Nenangin anak rewel, harus bisa. Tahan puting lecet sambil nyusuin, harus bisa. Tahan ngantuk sambil ganti popok, harus kuat. Suami tidur pas aku malam-malam menyusui, harus dibangunin. Hihihi. Walopun paginya pak suami jadi zombie pas kerja ✌

Semua kembali lagi ke diri kita, menerima bahwa hari-hari gak akan sama lagi setelah jadi ibu. Bahwa keringat dan air mata adalah bentuk jihad, dan Allah sudah percaya kepada kita sebagai ibu dengan menitipkan anak ini, maka tinggal kita yang menjaga kepercayaan itu sebaik-baiknya. 

Buat para ibu yang baru lahiran, percayalah bahwa segala keruwetan yang ada ini hanya di awal. Setelah kita bisa menerima semuanya, menerima bahwa hari-hari nongkrong, nonton, main sosmed seharian, sudah saatnya berganti dengan menyusui yang bisa sepanjang hari, kurang tidur, bau pipis, kena' pup bayi, dan malam-malam dilewatin dengan gendongin bayi kita hingga tenang. Yakinlah bahwa gak ada yang lebih buat kita bahagia selain melihat tawa ceria anak kita. 

Bagi bayi kita, kitalah dunianya. Kita suram, ya suramlah dunianya. Kita bahagia, ya bahagia juga dunianya. Yang kuat ya, jadi ibu itu harus setrooong. Ini ada makhluk kecil yang butuh dan tergantung banget ama kita. Bismillah yuk. Allah gak akan kasih cobaan melebihi kuasa kita. So, kurangi mengeluh, perbanyak bersyukur. Bisa kan yaaa.. 

*nb: selama jadi konselor menyusui, seriiiiiing banget dapat curhatan para ibu yang ngaku depresi, bukan hanya soal susah menyusui, tapi juga soal mertua, ibu, suami, kerjaan, gak bisa milih, dll. So, it's real dan gak bisa dianggap sepele, karena buaaanyaaak yang mengalami BBS ini. Perlu kayaknya belajar lagi tentang ini, tapi hahaha, gak siap-siaplah sekolahnya ✌🏽️✌🏽*

Sunday, March 8, 2015

5th wedding anniversary and 29th papap

                   *di Pepper Lunch*

Time flies. Gak terasa udah nikah selama 5 tahun, dan ini berarti udah kenal papap selama 10 tahun! Waw! Alhamdulillah rumah tangga masih lancar, gesekan kecil ya pasti adalah, tapi balik lagi baikan. Paling lama 30 menit, udah baikan lagi. 

Semoga di tahun-tahun berikutnya target dan impian bisa tercapai. 

Papap juga sehat, semangat sekolah, cepat tamat, dan kita langsung tancap gas. 

Btw, tahun depan umurnya papap 30 tahun loh. :)))) 

                    *favoritnya Agi*

Thursday, February 26, 2015

Steak Buatan Rumah

Nyoba buat steak sendiri di rumah. Saosnya pun beli jadi. Merknya My BBQ. 

Result : kentangnya oke, sayurnya oke, tapi dagingnya keras bangeeet. Terlalu matang. Hiks. Niatnya jangan sampe mentah eh malah jadi terlalu matang. 

Sungguh terlalu. 

     *penampilan memang meyakinkan*

Monday, February 9, 2015

You Still Have The Corn

Yes, it is 3rd day w/o rice, and everything seems just fine. You can have corn for carbo intake, and surprisingly my tummy accepted it. 

What's ur lunch, mamas? 
Here's mine.

     *Kakap tauco and corn blended well*

         *veggie love love veggie*


Saturday, February 7, 2015

Happy World Nutella Day

Apparently yesterday was Wolrd Nutella Day. I have just found out about this celebration today. 

Oke here it is. Martabak Nutella. Very chocolate, sweet, creamy, mouthful, and of course, full of sin. By eating it maybe u have fulfilled ur daily calori intake for a week!

But, let's make sin, it's Saturday. Bon appetite! 

                       *melting*

            *nutella, cheese, sugar*

Friday, February 6, 2015

Ujian Bikin Keblinger

Hari ini ujian sampe 6 topik, dimulai dari jam 8 pagi non stop sampai jam 5 sore. Oh the other day I'm staying home, bored and bam! The other day my head explodes for processing too much information. 

Hah. 

Anyway, tadi pagi sarapan roti gandum, siangnya makan ayam bakar dan sayur labu, malamnya makan ikan sambal plus segunung rebusan sayur jipang dan sawi. Ditutup ama yoghurt.



Besok masih ada 4 topik lagi. 
Semangat! 

Thursday, February 5, 2015

Hidup Tanpa Nasi, dimulai!

Jadi ceritanya aku tetap ingin lanjutin menu diet Mayo yang udah aku susun, tapi diganti dari no salt jadi low salt. Alhamdulillah masih kemakan juga. This is part of my own experiment to lose some weight.

Ini menunya. 
Sarapan. 
*my signature salad and toast. Very tasty*

Teh manis anget. Salad diperesin lemon dan toast dengan unsalted butter. Enak dan kenyang. Jam 11 udah lapar lagi tapi aku minum air putih banyak sambil nunggu jam 12 makan siang.

Makan siang.

*mashed potato with scrambled egg and spinach sautte*

Menu makan siang masih ngikutin jadwal tapi aku tambah kentang tumbuk. Masih keblinger ngabisin telur 2 butir sekali makan, jadi kali ini rada bersisa.

Makan malam.
Daging rebus potong dadu dan salad lagi. Udah hampir bosen makan salad tapi ini sih yang aman sayurnya. 

                    *almost there!*

Btw, tadi liat di Sarah Sechan net Tv, ada Tya Subiakto yang berhasil nurunin empat puluh kilo dalam waktu setahun setengah. 
40 kg, gak salah denger guys!!! 

Jadi dia stop makan gula, nasi, en santan selama setahunan lebih itu. Sarapannya jus, makan siang serba rebus dan kukus. Olahraga yoga dan exercise ringan di rumah. Tapi memang gak bisa instan. Dia aja perlu waktu setahunan lebih tuh. Ohya, dia bilang dalam 7 hari itu harus ada 1 hari cheat, dimana kita boleh nyicipin hal-hal yang pantang, kayak ice cream, gorengan, gitu-gitulah. Salut banget! 

Bismillah, aku juga mau mulai gak makan nasi lagi. Dan perbanyak sayur kukus.

Semangat! Gak banyak-banyak kok sampai 40kg, aku cuma mau 10kg aja setahun ini. Amiiin.

Yok mulai hari tanpa nasi. 

Wednesday, July 2, 2014

Mengapa Jokowi




Dulu pemikiran sederhana saya, pemilu hanya tinggal coblos gambar mana yang disuka, terus lanjutkan hidup, dan terima apa yang ada di depan mata.
Dulu bagi saya pemilu adalah libur gratis satu hari, yang sayang kalo gak dimanfaatkan. Waktu pemilu bukannya saya jauh-jauh hari persiapkan data dan nama saya apakah tercatat di TPS (lagi pendidikan di kota lain), saya malah habiskan waktu libur sehari itu di mall. Niat milihpun tidak.
Karena dulu saya apatis. Dulu saya tidak optimis. Dulu saya tidak tau bahwa suara saya bisa membuat Indonesia beda.
**
Pemilu memang bukan hanya sekedar menyoblos. Gambar orang yang kamu coblos adalah perwakilan kamu, menjadi perpanjangan tangan dan telingamu di negara ini. Pemimpinmu. Penentu nasib bangsa. Dia bilang perang, peranglah kita. Dia bilang masuk jurang, masuk juranglah kita ramai-ramai. Ternyata tidak sederhana ya. Ternyata salah pilih bisa bahaya.
Di depan mata, kurang lebih 9 hari lagi, kita akan memilih presiden dan wakil presiden. Baru kali ini saya dag dig dug. Baru kali ini juga saya terlibat cukup dalam. Mulai dari jadi relawan Turun Tangan, kampanye di Sosial media, bagi-bagi digital infografis ke teman-teman, dan persuasi ke mereka yang masih bingung. Dan seperti yang sudah terang benderang saya nyatakan di berbagai media : saya pilih Jokowi.

-Mengapa Jokowi-
Tentu selanjutnya, kenapa Jokowi?
Padahal dulu saya sangat setuju Prabowo maju jadi presiden?
Jujur, saya adalah salah satu orang yang percaya bahwa Indonesia ini sudah salah urus. Intoleransi dimana-mana, agama sama tapi cara ibadah beda bikin petaka, belum lagi korupsi yang makin lama makin luar biasa ketauannya (iya, yang paling nauzubilahminzalik itu korupsi Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar), dan rasa aman jadi susah dicari buat yang minoritas. Negara jadi negara autopilot 5 tahun terakhir ini. Hidup sih hidup, tapi seperti zombie. Makanya saya setuju Prabowo jadi presiden, biar bisa mengatur Indonesia in the right order, atau begitulah harapan saya dulu.
Lalu muncul Jokowi. Saya dengar prestasinya di Solo begitu harum. Tidak pernah ambil gaji. Dekat dengan rakyat. Rumah dinasnya bisa didatangi rakyat kapan saja. Sering belanja ke pasar. Sering dialog dengan warga. Dia atur PKL di Pasar Beringharjo biar mau pindah ke lokasi yang lebih rapi, setelah 52 kali (!!) mengundang mereka makan dan untuk negosiasi. Dia tolak pembangunan mall, walaupun untuk itu dia rela dibilang "bodoh" oleh pak Gubernur. Termin kedua dia ikut pemilihan walikota Surakarta, dia menang 90% tanpa kampanye. Belum ada kepala daerah lain yang bisa dapat kepercayaan warganya begitu rupa, seperti Jokowi.
Jokowi antitesis pejabat negara yang selama ini saya tau. Saya kagum.
Lalu Jokowi ditawari jadi Gubernur Jakarta. Jakarta yang sudah puluhan tahun porak poranda. Dikuasai mafia, dikuasai preman, dan terhimpitlah di tengah-tengah ratusan orang kekurangan yang cuma tidur di rumah kardus. Kontras. Jakarta ibukota negara mungkin perlu tangan dingin pemimpin baru, Jokowi.
Terus berhasil? Enggak. Jakarta sebagian besar dikuasai oleh pemerintah pusat. Mau relokasi warga, itu tanah punyanya Pusat. Mau bikin MRT, terhalang pembebasan lahan yang izinnya dari Pusat. Mau melebarkan ruas jalan, eh itu jalan Nasional yang bisa ditebak, tidak dapat izin dari pusat. Jakarta masih banjir, masih macet, karena mungkin pemerintah Provinsi DKI dan Pemerintah Pusat belum bersinergi.
Sekarang Jokowi maju jadi Presiden RI. Yang di Jakarta sudah senang, karena Jokowi bisa membenahi Ibukota langsung dari Istana Negara. Tapi yang kecewa berapi-api malah warga di luar Jakarta. Apa segitunya solidaritas antar warga ya? Ha ha ha.

-Mengapa Tidak Prabowo-
Dan balik lagi, kenapa saya yang dulu pro Prabowo malah sekarang pro Jokowi?
Karena Jokowi memberi harapan. Dia antitesis cukong partai. Dia mempunyai gagasan bahwa kalau mau berubah, mau Indonesia maju, harus dari diri kita sendiri. Ubah mindsetmu, revolusi mentalmu. Jangan lagi tengadahkan tangan di bawah mengemis minta ke pemerintah, tapi ayo, sama-sama kita benahi Indonesia dengan syarat seluruh warga Indonesia mau mengubah mental minta-minta jadi mental berusaha. Jokowi berikan kemudahan berusaha, good governance, dan yang paling krusial, rasa aman. Mentalmu harus kuat. Mentalmu harus optimis. Dan kalau kamu optimis, itu akan menular. Begitulah yang saya tangkap dari Revolusi Mental Jokowi ini.

-Bagaimana, Kamu Ikut?-
Jadi saya memilih untuk ikut Jokowi. Percaya Jokowi. Percaya masih ada orang baik dan tulus yang mau mengurus Indonesia. Percaya bahwa orang baik harus didukung, jangan didiamkan.
Saya memilih untuk lewat jalan berliku, terserempet sana sini karena pilihan saya tidak populer, bahkan sampe memohon memelas ke bapak saya "Pa, Ika pilih Jokowi, karena Ika percaya, biarkan Ika memilih yang beda dari papa".
Pemilu tidak hanya asal nyoblos. 5 tahun itu terlalu lama untuk menderita akibat pilihan yang salah.
Selamat memilih tanggal 9 Juli nanti.
Semoga tidak asal coblos.

#Salam2Jari
#TegasPilih2
#RamePilih2
*people power*
-catatan kaki-
Untuk Pak Prabowo, saya sungguh dulu percaya Bapak tulus cinta Indonesia. Semua orang punya masa lalu pahit. Dan saya yakin Bapak sudah belajar dari itu. Tapi kenapa demi ambisi menjadi penguasa negeri Bapak rela menjilat sana-sini, berkoalisi dengan ARB, menggandeng FPI, yang mau membakar rumah berisi anak yatim karena mereka Ahmadiyah, dan memuji pemerintahan SBY sebegitu rupa. Padahal Bapak tau bagaimana hidup rakyat di bawah pemerintahan SBY. Maaf Pak, orang yang menghalalkan segala cara demi ambisi menjadi penguasa, juga akan menghalalkan segala cara untuk mempertahankannya. Saya ngeri, Pak. Saya tidak mau anak saya hidup di zaman seperti saya dulu. Doktrin, seragam, dan tidak boleh 'beda'. Saya ingin anak saya hidup di Indonesia yang warna warni, bukan rasa takut.
 
-end-

Thursday, June 12, 2014

Gegap Gempita Pilpres 2014

2004. Kita flashback. Saya baru masuk kuliah. Tidak dapat kartu pemilih, dan tidak ikut pemilihan presiden.
Mari flashback ke tahun 2009. Saat itu saya masih kuliah, lagi koas, setahun sebelum menamatkan profesi dokter. Pilpres berlangsung, calonnya ada tiga. Mega-Prabowo, SBY-Boediono, dan JK-Wiranto. Saya tidak terlalu peduli dengan pilpres tersebut, selain karena masih sibuk, saya melihat ketiga calon pasangan ini tidak "baru", artinya "oohh..mereka toh. Ada mantan presiden, mantan jenderal, mantan wapres, dan mantan gubernur BI. Siapapun yang menang, pasti tidak banyak bawa perbedaan, karena toh sudah pernah tau mereka.

2014.
Pilpres lagi, kali ini calonnya ada dua. Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK.
Apa yang beda?
Gegap gempita.
Harapan baru.
Optimisme.
Kebebasan berpendapat
Mari lihat apa yang membuat saya merasa pilpres ini berbeda.
Media sosial seperti Facebook, twitter, instagram, path, dan lainnya sangat menggurita di Indonesia dalam 5 tahun terakhir. Kita termasuk pengguna twitter terbanyak di dunia, facebook lebih banyak lagi. Informasi berseliweran, entah benar atau tidak. Semua orang bebas bikin artikel, entah fakta entah fiksi. Semua orang bisa menyampaikan pendapatnya, dan langsung bisa disanggah atau ditanggapi orang lain. Masing-masing kandidat dipuji, diuji, dihujat, dihina secara fisik, dikulik-kulik masa lalunya, keluarganya, agamanya, pendidikannya. Lebih seru karena bukan hanya menilai kedua kandidat dari visi masa depan bangsa yang mereka tawarkan, kita juga menggugat mereka dari masa lalunya. Inilah yang saya bilang sebagai gegap gempita. Google keyword Jokowi capres atau Prabowo capres, hasilnya akan ada ratusan artikel. Semua ingin ambil bagian dalam pilpres ini. Gegap gempita.
*
Dari empat nama di atas, ada satu yang baru. Selama ini beliau "hanyalah" walikota Solo, tapi periode kedua di Solo, beliau menang 90% suara rakyat Solo, tanpa kampanye jor-joran. Selama menjabat tidak pernah ambil gaji. Publik ingin tahu. Siapa ini pejabat negara yang mendobrak pakem lama pejabat harus dilayani. Setelah itu beliau jadi calon gubernur ibukota. Menang pula. Orang Solo menang di ibukota, siapa yang menyangka kan? Ada yang bilang beliau "hanya" produk ciptaan media, media darling, tapi kenapa 90% rakyat Solo percaya dia, dan 40sekian% rakyat Jakarta percaya dia? Tentu bukan cuma karena puja puji media.
Sekarang Jokowi jadi salah satu calon presiden. Harapan baru menurut saya, dobrak pakem lama bahwa ketua partailah yang harus jadi capres. Bahwa yang berduitlah yang punya kesempatan jadi calon penguasa negeri. Jokowi adalah representasi mimpi anak bangsa, siapapun bisa bercita-cita jadi calon presiden, walaupun kamu bukan anak menteri, jendral bintang tiga, atau trah darah biru para pejuang kemerdekaan. Ini harapan baru, menurut saya. Dan semakin membuat pilpres kali ini, beda.
*
Demokrasi yang kita nikmati sekarang adalah harga mahal yang dibayar dengan perjuangan kakak-kakak aktivis, kelompok masyarakat di tahun 1998. Saya masih SMP, yang saya ingat Jakarta hancur lebur waktu itu, ada mahasiswa yang ditembak mati, harga barang meroket, mama papa saya bingung mau dibawa kemana kami kalo Indonesia rubuh hanya tinggal nama. Tapi tidak, kita tetap di bumi Indonesia. Walaupun presiden-presiden selanjutnya belum bisa mencapai kemakmuran (kemiskinan masih banyak, masih ada yang tidak sekolah karena biaya, masih ada kematian ibu, dan korupsi masih mendarah daging), kita harus dan harus terus menyalakan harapan bahwa Indonesia, tanah tumpah darah kita ini, akan berada di kolom negara maju nantinya.
Apa bisa maju kalo cuma presidennya yang usaha sendiri?
Tidak.
Anies Baswedan bilang, kekayaan Indonesia sebenarnya adalah manusianya, rakyatnya, we, the people. Kalau kita tidak memulai duluan, berjanji mendukung siapapun presiden terpilih kita nanti, Indonesia akan tetap jalan di tempat, kawan.
Buat sekarang? Telaah lah calon kalian masing-masing. Rekam jejak masa lalu itu penting, tapi bukan yang utama. Masa lalu telah membentuk karakter para calon ini, dan saya yakin mereka telah belajar dari itu. Lihatlah mereka dari apa yang mereka tawarkan buat bangsa ini. Kemana arah kapal besar bermuatan 250juta orang ini akan mereka nakhodai. Menuju maju? Atau mundur? Telaah mereka tentang bagaimana mengatasi kematian ibu, bagaimana memajukan pendidikan, bagaimana mereka berantas dan mencegah korupsi.
Akhir kata, selamat memilih 9 Juli nanti. Calon presiden adalah manusia, bukan Tuhan. Mereka akan mengecewakan, jadi siap-siap. Saya sendiri akan sepenuhnya mendukung siapapun yang terpilih nanti. Karena ketika dia diangkat sumpah sebagai presiden nanti, dia bukan lagi calon presiden saya, atau kamu, tapi dia adalah Presiden Indonesia.

-ika fairuza, jam 4 pagi-

Thursday, March 20, 2014

Sekolah Lagi?



Inilah akibat dari sering browsing malam-malam karena gak bisa tidur lagi habis nyusuin Agi. I'm ended up in this *Milis Beasiswa* site.

Sekolah lagi?

Tambahkan kata "Emang pengen" sebelum 2 kata sakti di atas. Jawabannya, yap, iya, pengen. Ilmu itu bikin nagih. Itulah kenapa aku suka kerja di Puskesmas (for now) karena bakalan update terus ilmunya. Sering ikut pelatihan dan belajar ilmu lain selain ngobatin pasien.

Oke, kalo mau sekolah lagi, mau sekolah apa?

NAH!

Inilah yang masih bingung. Sebenarnya mudah kalo kita sudah tau mau kita apa, bayangan diri kita bakalan jadi apa dalam 20-25 tahun ke depan, dan sebab mau sekolah lagi ini karena pengen ilmu kah, pengen terbebas dari kewajiban kerja kah, pengen kaya kah, atau pengen jalan-jalan ke luar negeri?

Kita liat ya. Sejak di puskesmas, belajar ilmu konseling, dan jadi konselor laktasi, aku jadi sukaaa sekali membuat orang lain mengerti dan mempengaruhi mereka (dalam arti baik ya) untuk bisa menyusui bayinya ekslusif. Rasanya senang sekali. mata berbinar-binar. Mulut tersenyum lebar. Jadi aku memang mau mendalami tentang dunia ASI ini. Tapi mendalami apanya? Kalo mau terus membantu ibu-ibu biar bisa menyusui, bisa tetap jadi dokter umum, bisa juga jadi dokter anak.
Tapi menjadi dokter anak, belum tentu mudah, dan jangan dikira hanya ngurusin ibu-ibu yang kesulitan menyusui saja. Aku juga harus rela membagi waktu antara keluarga dan pasien. Which is, i'm not willing to...yet. Agi masih kecil, dan kalo papapnya sibuk, mamanya ikutan sibuk, apa gak malah dosa terkesan mengabaikan hak anak? Oh, Big No Way!

Kita liat lagi minat aku dimana. Aku pengen kuliah di luar negeri. Biar wawasan luas. Bisa ajak Agi juga. Tapi ya terkendala di biaya. Sebenarnya kalo niat kita kuat, pastiii aja ada jalan. oke deh, untuk yang satu ini niat juga belum kuat. Emang targetnya aku mulai mikirin sekolah dan karier ke depannya setelah Agi umur 3 tahun, sekitar 19 bulan lagi (hahaha, bentar lagi!). Prioritas sekarang, ya ke Agi dulu. Kemaren sempet liat tentang jurusan Informatika Kesehatan. Menarik sekali. Tapi yang cocok beginian ya si papap, tukang otak atik software. Liat juga jurusan Public Health, bagus, menarik, aku sudah kebayang sedikit-sedikit aplikasinya gimana, tapi belum bisa dan belum mau fokus mikirkan itu.

Anyway, sekarang ini aku punya waktu sekitar 19 bulan untuk nentuin, mau kuliah apa, dimana, dan gimana pembiayaannya. Yang penting, niat sekolah dan mencari ilmu lagi ini jangan sampai padam, mimpi jangan sampai malas, cita-cita jangan sampai terpendam.

Be a good dreamer.
Be a good prayer.

Sunday, November 3, 2013

Turning 27, Wow!


Alhamdulillaaah gak henti-hentinya karena di umur ini aku udah ngerasa lengkap. Perfect hubby, perfect son, good job, good fams, and good health. 

Terimakasih ya Allah.

First Birthday Party

*Happee birthday anak ma dan pap*
Small and intimate.

Bikin balon di rumah, pesen cupcake, bunde mbak juga kasih kue, dan makan sate. Undangannya cuma Adit, mama dan papanya. Adit itu saudara sepersusuan Agi, yang dulu pernah aku donorin ASI.
Selamat Ulang Tahun ya, anak mama. Semoga makin pintar dan sholeh. *kiss kiss*

A Walking Toddler Now

*one year old me!!*
Alhamdulillaah. 

September lalu Agi umurnya setahun. Dan yang paling bikin seneng, Agi langsung bisa jalan!! Modal ngajarinnya ya cuma dorong kursi, merambat di dinding, dan Fisher Price wagon itu. Gak perlu baby walker tuh. Intinya kita jangan terlalu takut ngebiarin dia eksplore, tapi ya jangan ditinggal juga. Proteksi boleh, tapi kalo jatoh dikit pas nyoba, kita jangan panik, nanti baby jadi takut coba lagi.
Hari ini kami mau jalan-jalan ke KL, hadiah buat Agi. Mungkin pada heran masih kecil ngapain sih diajakin jalan mulu? 

Well, 80% otak manusia berkembang di usia 0-2tahun. Jadi sekarang inilah waktu yang paling bagus buat ngisi memorinya. Biarin deh yang pada cemooh. Palingan juga sirik. Wkekekekek. *devilish smile*

Sunday, September 22, 2013

Review baby carriers : Bobita Carrier vs Ergobaby Carrier vs Boba Air

Yap, i'm a big fan of baby carriers!

Setelah sebelumnya ngereview gendongan, sekarang mau review lagi tipe soft structure carrier, yaitu Bobita Carrier, Ergobaby Carrier dan terakhir yang paling baru Boba Air lightweight.

(Ssst..Boba Air ini hadiah ulang tahun ke 27 dari suami loh..)

Here we go.

1. Bobita Carrier
Love it. Love it. Love it.

♥ Bobita Carrier ini asli buatan Indonesia loh. Paddingnya oke, bucklenya oke, dan ada cover depan yang bikin makin stylish. Harganya Rp 450.000, mungkin mahal sih buat sebuah gendongan, tapi asli gak nyesel. Agi juga bobok nyenyaaaak banget. Carrier ini dilengkapin juga ama mesh bag, jadi gak bingung mau diletakin dimana nih gendongan pas lagi gak dipake. Bobita carrier ini udah dibawa kemana-mana deh. Enaknya lagi, gampang diset ulang ukurannya biar bisa gantian gendong ama bapaknya..gitu.

♥ Beli di : www.bobitawrap.com

♡ Warnanya cuma hitam aja. Tapi sekarang udah ada design baru yang colorful. Kenapa gak muncul dari dulu sih?!? *laah*


Di depan Marina Bay Sands, Singapore.

Papap pake Bobita Carrier. Keren juga kaan?

2. Ergobaby Carrier (KW)
Well, dislike the colour.

♥ Sama aja cara pakainya dengan Bobita, tapi entah kenapa padding di bahunya gampang melorot. Sleepy hoodnya lebar, jadi bisa selimutin kepala baby lebih nya,am.

♥ Aku beli yang motif Galaxy Grey. Di foto bagus gambarnya, pas liat aslinya kok agak butek ya, hehehe. Udah gitu, ergo gak ada tas nyimpennya kalo lagi gak dipake, jadi klewer klewer gitu, bikin males bawa.

♥ Beli di : www.semuaada.com

Jaraaaang banget pake Ergobaby. Maybe i just loathe the colour. *sigh*

3. Boba Air. 
Soooo light. Bisa dilipet jadi sedompet kecil aja.

♥ Ini hadiah ultah dari suami. Pengen banget punya boba air, carrier paling ringan di dunia, pas buat traveling with baby. Kalau lagi gak dipakai, ya tinggal dilipat jadi sebesar dompet. Gampang disimpan, gampang dikeluarkam lagi. Warnanya ada hitam, biru, putih, tapi aku pilih hitam biar gak cepet kotor. 

♥ Gak enaknya, mungkin karena berbahan parasut, jadi agak panas. Padding di bahu gak ada, agak gak nyaman sih. Kalo tujuannya untuk traveling sih gak apa2, karena emang asli ringan dan ringkas banget dibawa.

♥ Beli di : www.littlehannahshop.com 


Newest member to my baby carrier addict. ;)


Dipake buat traveling ke Medan

Sooo..
Which one is the best?

THE ANSWER IS..

*drumroll*

BOBITA CARRIER!

Surprised? I don't think so.

Bobita enak dan gampang dipake. Dan Agi bisa tidur berjam-jam kalo digendong pake bobita. Karena gendongan yang baik adalah gendongan yang nyaman buat mamanya dan aman buat bayinya.

Sepakat?

:)

Saturday, September 21, 2013

#PeopleAroundUs : Papap

Papap dan Agi. Gak mirip mukanya, tapi mirip kelakuannya.
Dear papap, 

Been only two days, and i'm missing u like crazy here. Too many things i gotta do, things i usually need you to get a grab on. Now u're not there.

What would i do when our baby got sick?

Who would remind me to pay the bills on time and put all the receipts in well ordered folders?

How will I share gossip, news, knowledge, all things that happen to me all day?

Ah, still to many hows in my head, but i dont wanna distract you. Do ur best there, and i will do my best here.

Right now, i have to get myself together. Gotta be strong. Like u said, no pain, no gain.

But why listening to ur voice through the phone seems not enough?


Tuesday, May 21, 2013

Newest UP member, Betty Brown.


Comfy.

Just tips, lebihin satu size dari size UP yang biasa kamu pakai ya.

Saturday, May 18, 2013

Nicole Fire by @iwearUP

*on fire*
Yay, sepatu baru dari UP. Nicole series emang must have item. Keren banget di kaki.

Yay!